Sabtu, 01 Januari 2011

GEJALA KANKER

Gejala Awal Kanker Darah

DARAH memiliki peran penting di dalam tubuh. Makanya, setiap orang yang kekurangan darah harus segera mendapatkan penanganan cepat. Misalnya, seseorang yang mengalalami kecelakaan dan mengeluarkan banyak darah harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah.

Begitu juga dengan orang yang menderita kelainan darah. Tanpa penanganan serius, seseorang yang mengalami kelainan darah tidak akan bertahan hidup lama. Kelainan darah umumnya sudah terjadi sejak kecil karena merupakan turunan atau bersifat genetik. Meskipun merasa sakit, anak-anak biasanya tidak bisa mengenali penyakit pada tubuhnya. Karena itu, perhatian orang tua tidak boleh luput dari anak.
“Jangan remehkan setiap keluhan anak,” kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan.
Sebab, bisa jadi, keluhan sang anak merupakan gejala dini adanya penyakit serius. Semakin cepat diperiksa, semakin besar kemungkinan anak sembuh. Jika anak menderita kanker darah, orang tua masih bisa melihat gejalanya. Misalnya, ia pucat dan lesu. Ini diakibatkan anak kekurangan sel darah merah. Anak juga mengalami demam karena infeksi. “Demamnya sembuh jika diberi obat, tapi tak lama demam lagi,” kata Edi.
Gejala lainnya, anak mengalami pendarahan seperti yang terjadi pada penderita
demam berdarah. Pendarahan bisa berupa mimisan, bintik-bintik merah pada kulit, dan buang air berdarah.
Ini terjadi karena keping darah merah anak sangat rendah. Leukimia bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti hati, leher, gusi, testis, dan tulang. “Anda perlu waspada jika anak mengeluh tulangnya sakit,” kata Edi.
Pada kelainan darah seperti talasemia dan hemofilia, pendarahan bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan calon ibu atau ayah. “Penyakit ini tidak dapat diobati tetapi dapat dicegah, yakni melalui pemeriksaan pra nikah,” kata dokter spesialis hematologi anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Pustika Amalia Wahidiyat.
Pemeriksaan pranikah penting karena penderita talasemia dan hemofilia berpotensi menurunkan penyakit ini pada anaknya kelak. Berdasarkan data pusat talasemia Jakarta, terdapat 100 pasien talasemia baru setiap tahunnya. Pemicunya adalah kurangnya kesadaran calon orang tua melakukan pemeriksaan.
Begitu pula dengan penderita hemofilia. Hemofilia lebih sering terjadi pada anak lakilaki, sedang anak perempuan sebagai pembawa sifat (carrier). Seorang perempuan carrier dapat melahirkan anak laki-laki hemofilia. Sedang pria hemofilia yang menikahi wanita normal akan melahirkan anak perempuan carrier. (Sanny Cicilia Simbolon)
Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar