Kamis, 30 Desember 2010

SOSIOLOGI PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN

Catatan perjalanan pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak diulas oleh para peneliti. Salah satunya hasil penelitian Frans Hüsken yang dilaksanan pada tahun 1974. Penelitian yang mengulas tentang perubahan sosial di masyarakat pedesaan Jawa sebagai akibat kebijakan pembangunan pertanian yang diambil oleh pemerintah.  Penelitian ini dilakukan di Desa Gondosari, Kawedanan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kekhususan dan keunikan dari penelitian ini terletak pada isinya yang tidak saja merekam pengalaman perubahan sosial (revolusi) tersebut, namun juga menggali studi dalam perspektif sejarah yang lebih jauh ke belakang. Penelitian ini berhasil mengungkap fenomena perubahan politik, sosial dan ekonomi.

demokrasi, fasisme dapat berjalan melalui revolusi konserfatif yang dilakukan oleh elit konservatif dan kelas menengah. Koalisi antara kedua kelas ini yang memimpin masyarakat kelas bawah baik di perkotaan maupun perdesaan. Negara yang memilih  jalan fasisme menganggap demokrasi atau revolusi oleh kelompok borjuis sebagai gerakan yang rapuh dan mudah dikalahkan. Jepang dan Jerman merupakan contoh dari negara yang mengambil jalan fasisme.

Modernisasi, menunjukkan suatu proses dari serangkaian upaya untuk menuju atau menciptakan nilai-nilai (fisik, material dan sosial) yang bersifat atau berkualifikasi universal, rasional, dan fungsional. Lazimnya suka dipertentangkan dengan nilai-nilai tradisi. Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagai nilai-nilai yang keberlakuan dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal, itulah spesifikasi nilai atau values. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisi, yang berarti barang sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

BAB II
PEMBAHASAN

1)      Kebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah moda produksi dari pertanian menuju industri. transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis ekonomi industri.
pada negara-negara maju. Negara-negara maju yang dianalisis oleh Moore adalah  negara yang telah berhasil melakukan transformasi dari negara berbasis pertanian menuju negara industri modern. Mamfaat yang di dapat dari perubahan tersebut adalah :
a)      Dapat menjadi Negara  yang maju.
b)     Dapat menghasilkan barang dengan sekala yang besar.
c)      Dapat mensejahtrakan petani atau penduduk daerah tersebut.

2)      Berawal dari bentuk masyarakat primitif (primitive communism) kemudian menjadi masyarakat modern. Dan mamfaat yang diperoleh adalah :
a)      Dapat menembangkan daerah tersebut
b)     Dapat mengembangkan skill
c)      Dapat mengubah tingkah laku atau pergaulan.

3)      Perubahan  di bidang politik  dari pemilihan calon pemimpin, dari pemilihan tidak langsung menjadi pemilihan langsung. Di pemilihan ini calon pemimpin masyarakat harus memperkenalkan dirinya baik dari sosialisasi dari tim suksesnya maupun dari dirinya pribadi agar masyarakat yang akan di pimpin kelak dapat mengenal dan memilih pimpinannya yang baik dan jujur dan adil dalam melaksanakan pemilu tersebut.
Mamfaat yang dapat diperoleh adalah ;
a)      Rakyat dapat mengenal dan memilih langsung calon pimpinannya.
b)      Dapat melihat dan memikirkan serta membuat program yang dapat memajukan daerah yang ia pimpin.

4)      Mobilitas yang sangat terbatas dan cendrung tidak ada menjadi ada dan tidak terbatas. Yang dikatakan mobilitas terbatas adalah tidak adanya alat yang membatu percepatan dan perkembangan daerah tersebut misalnya tidak ada mobil yang adanya hanyalah delman atau gerobak.  Sedangkan yang dikatakan mobilitas ada dan tidak terbatas seperti perkotaan ada mobil, kereta api, bahkan pesawat terbang, sehingga seseorang yang mau menggunakan waktunya seefesien mungkin dapat terlaksana dengan baik. Sedangkan mamfaat yang didapatkan adalah sebagai berikut :
a)      Dapat meminimal waktu yang di gunakan.
b)     Mempercepat imformasi
c)      Memudahkan aktivitas.

5)      Perubahan  masyarakat yang kurang pendidikan menjadi masyarakat yang berpendidikan. Di suatu daerah apabila masyarakatnya kurang pendidikan maka daerah tersebut akan tertinggal baik dari segi ekonomi ataupun politik sehingga  sangat mudah bagi orang-orang dari luar daerah tersebut yang ingin memafaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu.
a)      Dapat memajukan perekonomian dan dibidang politik.
b)     Dapat mencerdaskan anak-anak sebagai keturunan dan calon pemimpin kelak.
c)      Tidak mudah dimamfaatkan oleh kelompok lain atau sekelompok orang yang hanya ingin meraih keuntungan.



6)      Perubahan Masyarakat pedesaan menjadi masyarakat perkotaan.
Proses modernisasi sampai saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan (urban community), terutama di kota-kota Negara Sedang Berkembang, seperti halnya di Indonesia. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, baik aspek fisik-material, sosio-kultural, maupun aspek mental-spiritual. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini, menjadikan daerah perkotaan sebagai daerah yang banyak menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk pedesaan, terutama bagi generasi mudanya. Obsesi semacam ini menjadi pendorong kuat bagi penduduk pedesaan untuk beramai-ramai membanjiri dan memadati setiap sudut daerah perkotaan, dalam suatu proses sosial yang disebut urbanisasi. Fenomena demografis seperti ini, selanjutnya menjadi salah satu sumber permasalahan bagi kebijakan-kebijakan dalam upaya penataan ruang dan kehidupan masyarakat perkotaan. Sampai dengan saat sekarang ini masalah perkotaan ini masih menunjukkan gelagat yang semakin ruwet dan kompleks.[1]
Mamfaat yang diperoleh senagai berikut :
a)      Dapat menjadikan masyarakat sekitar dapat hidup lebih baik.
b)      Dapat menarik perhatian penduduk dari desa lain
c)      Mudah mendapatkan bahan kebutuhan

7)      Perubahan orentasi ekonomi jasa menjadi ekonomi uang.
Dizaman sekarang ini tidak heran jika banyak ekonomi jasa menjadi ekonomi uang contohnya rumah penduduk yang disewakan, rental mobil, angkot dan lain sebagainya. Mamfaat yang di peroleh adalah :
a)      Dapat menghasilkan laba.
b)     Mensejahtrakan masyarakat yang mampu.
c)      Membuka lapangan kerja.

8)        Perubahan kurikulum CBSA menjadi Kurikulum KTSP.
Perubahan kuri kulum ini sangat berpengaruh di masyarakat luas karma pola belajar berubah ini di karnakan pimpinan yang menghendaki kurikulum yang dimiliki sekolah sekolah baik dari SD, SMP dan SMA serta perguruan Tinggi dapat berkembang dengan  Skill dan kemampuan agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Mamfaat yang diperoleh :
a)      Dapat mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan skill yang ia miliki
b)      Menumbuhkan kreaktifitas seorang guru.
c)      Dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah tersebut.

9)      Daerah atau tempat yang tidak ditempati oleh pemimpin berubah menjadi daerah yang ditempati oleh pemimpin. Letak pusat kekuasaan di suatu tempat sangat mempengaruhi status sosial , orang-orang yang berada ditempat yag jauh dari pemimpinnya akan sulit untuk berkembang karma mungkin kurangnya perhatian pimpinan kepada daerah tersebut, berbeda dengan orang-orang yang dekat dengan pimpinannya daerah mereka biasanya sangat diistimewakan.
Mamfaat yang diperoleh  adalah  :
a)      Mudahnya menyampaikan aspirasi kepimpinan tersebut.
b)     Daerah tersebut sangat distimewakan.
c)       Pembangunan didaerah tersebut akan mudah berkembang dan maju.

10)        Perubahan masyarakat yang belum beradab menjadi masyarakat yang sudah beradab. Menurut pendapat Arnold  W. Green kebudayaan zaman prahuruf belum beradab karma karma belum memiliki bahasa tertulis, ilmu, filsafat, pembagian kerja,  system teknologi dan politik yang komplek, berbeda dengan zaman yang telah beradab mereka telah memiliki itu semua. [2] Sedangkan mamfaat yang diperoleh adalah :
a)      mereka memiliki ciri bahasa  yang  khas dan ada yang dalam bentuk tertulis.
b)     Mereka bekerja dengan keahlian masing-masing dan terlihat propesional.
c)      Mereka memiliki teknologi yang cangih.

11)        Perubahan daerah yang tidak memiliki lembaga pendidikan menjadi ada lembaga sosialnya. Lembaga – lembaga sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a)      Himpunan pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang dicerminkan dalam masyarkat dan hasil-hasilnya.
b)     Lembaga social mempunya tarap tertentu
c)      Lembaga social memiliki berbagai sarana untuk menwujudkan tujuannya.
d)     Lembaga social mempunya lambing atau symbol.
e)      Lembaga social memiliki lisan atau tulisan rumusan tujuan sikap dan tindak tanduk individu yang ikut dalam lembaga social tersebut.[3]
Mamfaat yang dapat diperoleh dalam adanya lembaga ini adalah :
a)      Masyarakat dapat menampung aspirasinya dalam lembaga tersebut
b)      Dapat berkoordinasi langsung dengan pimpinan
c)      Dapat membatu perkembangan serta memajukan masyarakat daerah tersebut.


BAB III
KESIMPULAN

Perubahan didaerah tertenntu akan dipengaruhi oleh  Kebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah moda produksi dari pertanian menuju industri. transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis ekonomi industri.
Proses modernisasi sampai saat ini masih tampak dimonopoli oleh masyarakat perkotaan (urban community), terutama di kota-kota Negara Sedang Berkembang, seperti halnya di Indonesia. Kota-kota di negara-negara sedang berkembang menjadi pusat-pusat modernisasi yang diaktualisasikan oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, baik aspek fisik-material, sosio-kultural, maupun aspek mental-spiritual. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini, menjadikan daerah perkotaan sebagai daerah yang banyak menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi penduduk pedesaan, terutama bagi generasi mudanya. Obsesi semacam ini menjadi pendorong kuat bagi penduduk pedesaan untuk beramai-ramai membanjiri dan memadati setiap sudut daerah perkotaan, dalam suatu proses sosial yang disebut urbanisasi. Fenomena demografis seperti ini, selanjutnya menjadi salah satu sumber permasalahan bagi kebijakan-kebijakan dalam upaya penataan ruang dan kehidupan masyarakat perkotaan.



[1] Posted on Maret 5, 2007 by Admin. Oleh : awan Mutakin.
[2] Sosiologi Pendidikan, Sekolah Tinggi Islam Ibnurusyd, Kotabumi-Lampung Utara, Tahun 2009 Hal.6.
[3] Sosiologi Pendidikan, Sekolah Tinggi Islam Ibnurusyd, Kotabumi-Lampung Utara, Tahun 2009 Hal. 10.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar