Kamis, 30 Desember 2010

MATERI ULUMUL HADIS

PERKULIAHAN



Tujuan Pembelajaran:

  1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian Hadis dan kegunaannya dalam studi Islam
  2. Mahasiswa mampu menguraikan sejarah perkembangan Hadis sejak masa Nabi hingga periode pembukuan Hadis
  3. Mahasiswa mampu menganalisis kualitas Hadis yang dapat dijadikan sebagai sumber ajaran Islam
  4. Mahasiswa mampu menelusuri Hadis melalui Kitab-kitab Hadis. 

Materi Perkuliahan:

  1. Pengertian Hadis dan Unsur-unsurnya
  2. Model Periwayatan Hadis
  3. Hadis dan Hubungannya dengan Al-Qur’an
  4. Sejarah Perkembangan Hadis
  5. Sejaran Penulisan Hadis
  6. Ulumul Hadis dan Cabang-cabangnya
  7. Pembagian Hadis berdasarkan Kuantitas
  8. Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas
  9. Hadis Maudhu’ dan Permasalahannya
  10. Kitab-Kitab Hadis dan Penyusunnya
  11. Takhrij Hadis

Strategi Pembelajaran:

  • Ceramah dan Diskusi
  • Penugasan

Penilaian:

  1. Keaktifan di Kelas                              : 20 %
  2. Tugas-tugas/Paper                               : 30 %
  3. Ujian Akhir Semester (UAS)              : 50 %
J u m l a h                                                : 100 %







Kuliah Pertama


Definisi Hadis:

  • Hadis adalah: segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw, baik berupa perkataan (qauly), perbuatan (fi’ly), maupun ketetapan (taqriry).
  • Sunnah: segala yang diperintahkan, dilarang, dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw, baik berupa perkatan maupun perbuatan.
  • Khabar adalah sesuatu yang datang dari sahabat Nabi
  • Atsar adalah sesuatu yang berasal dari Tabi’in.

Bentuk-bentuk Hadis:

Dari segi sampai tidaknya kepada Nabi, Hadis dibagi menjadi tiga:

  1. Hadis Marfu’: yaitu hadis yang periwayatannya sampai kepada nabi
  2. Hadis Mauquf: yaitu hadis yang periwayatannya hanya sampai pada sahabat
  3. Hadis Maqtu’: yaitu hadis yang periwayatannya hanya sampai pada Tabi’in.

Berdasarkan pengertiannya, maka yang termasuk kategori hadis yang dapat digunakan sebagai sumber ajaran Islam adalah Hadis Marfu’. Sedangkan Hadis Mauquf hanya menempati tingkatan Khabar dan Hadis Maqtu’ hanya merupakan Atsar.

Ditinjau dari segi isinya, Hadis dibagi menjadi tiga:

  1. Hadis qauly: hadis yang isinya berupa perkataan atau ucapan Nabi
  2. Hadis fi’ly: hadis yang isinya berupa pebuatan Nabi yang dideskripsikan oleh sahabat
  3. Hadis taqriry: hadis yang isinya berupa ketetapan tindakan Nabi

Diantara ketiga bentuk hadis tersebut hadis qauly menempati kedudukan tertinggi, baru kemudian dibawahnya hadis fi’ly. Hadis taqriry merupakan bentuk hadis yang terlemah.

Unsur-Unsur dalam Hadis:

  • Sanad: yaitu mata rantai periwayatan yang menghubungkan antara penulis hadis dengan generasi di atasnya hingga sampai kepada Nabi
  • Matan: yaitu redaksi atau bunyi dari sebuah hadis
  • Rawi: yaitu para periwayat hadis yang terdapat dalam rangkaian sanad

Kedudukan Hadis:

- Hadis adalah sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur’an. Artinya Hadis menjadi dasar dan dalil bagi aturan-aturan (baik dalam masalah aqidah, hukum, maupun etika) dalam ajaran Islam bersama-sama dengan al-Qur’an. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar